Jakarta, iBerita.ID 2019Memasuki usianya yang ke-20, YCAB menempati peringkat ke-35 di peta World’s Top 500 NGO oleh NGO Advisor yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Seperti dikutip di Registry magazine, peringkat 35 dunia seperti ini setara dengan predikat unicorn dalam dunia startup, namun YCAB masuk dalam kategori unicorn of impact. Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa sebagai salah satu NGO yang diakui konsistensinya dalam memajukan remaja dan perempuan prasejahtera di Indonesia. Per akhir Juni 2019 YCAB telah menjangkau hampir tiga setengah juta remaja melalui berbagai program pendidikan dan lebih dari 150 ribu perempuan pengusaha ultra mikro melalui program pemberdayaan ekonomi.

Dengan visi dan misi yang solid, YCAB semakin memantapkan langkahnya untuk menjangkau lima juta remaja di akhir tahun 2020. YCAB Foundation (Yayasan Cinta Anak Bangsa) lahir dari kepedulian seorang ibu bernama Veronica Colondam yang prihatin terhadap pola kembang tumbuh anak remaja yang terancam oleh perilaku berisiko. Namun ketika Veronica sadar akan tingginya angka putus sekolah, YCAB mulai merambah ke dunia pendidikan dengan mendirikan Rumah Belajar pada tahun 2003.

Kemudian pada tahun 2010 YCAB memulai program keuangan ultra mikro bersyarat dengan memberikan pinjaman modal usaha ultra mikro kepada ibu-ibu pra sejahtera guna meningkatkan perekonomian keluarganya sehingga pendidikan anak-anak mereka terjamin.

Selama periode peminjaman, anak dari para ibu ini dilarang putus sekolah. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa Rumah Belajar yang setelah putus dari sekolah formal, tetap tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak mampu mengeluarkan ongkos transportasi.

YCAB memberikan syarat jaminan pendidikan untuk pinjaman yang diberikan atau para ibu ini boleh mengajak anak-anak di sekitar mereka yang putus sekolah untuk belajar di Rumah Belajar.
Kini Modal Ventura YCAB telah menjangkau 158.013 perempuan pedagang ultra mikro, sebagian besar dari mereka bergerak di bidang retail (warung) dan penyedia makanan.

Dengan dukungan usaha bagi para ibu, maka stabilitas ekonomi keluarga dapat terbantu. Intervensi kredit mikro YCAB terbukti meningkatkan pendapatan mereka dua kali lipat setelah dua tahun menjadi peminjam aktif. Bahkan sebagian besar dari mereka berhasil memiliki tabungan yang tidak dimiliki sebelumnya.Kesuksesan intervensi ini telah masuk jurnal akademis Emerald Insight tahun 2017 yang membuktikan kredit mikro bersyarat pendidikan ala YCAB secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendiri YCAB percaya bahwa pendidikanlah yang dapat memutus kemiskinan secara sustainable. Dengan premis ini, YCAB mengintegrasikan program pendidikan ke dalam program pemberdayaan ekonomi.

Dalam memperingati hari jadi nya yang ke-20, YCAB mengadakan perayaan dengan tema 20 Years Journey to Impact. Berbagai acara menarik akan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan inspirasi bagi anak didik di Rumah Belajar dan Ibu-ibu penerima bantuan kredit mikro.

Perayaan akan dimeriahkan oleh perlombaan memasak Nasi Bakar dengan total hadiah Rp 8 juta yang akan dibagikan untuk tiga kelompok pemenang.

Selain perlombaan memasak, YCAB juga turut menyelenggarakan kelas inspirasi yang akan diisi oleh beberapa sahabat YCAB antara lain: Isabela Fawzi (TV Host dan penulis), Marissa Haque (aktris, penulis buku, peneliti dalam management halal), Rivo Pahlevi (TV Host Indonesiaku dan blogger), Cecillie Christophia (CEO Can pictures & Management) dan Nara Masista (anggota kongres PBB & Diplomat) yang akan berbagi pengalamannya seputar dunia pendidikan dan bisnis.

Sebagai puncak acara HUT tahun ini, YCAB Foundation akan meluncurkan buku yang berisi 20 kisah inspirasi dari para penerima manfaat program YCAB. Buku ini akan diluncurkan pada bulan Oktober, bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Di Jakarta, Selasa (13/8)