Wabah Covid 19 Cina Jumlah Pasien Menurun

Jakarta, iBerita.ID 2020 – Korban jiwa akibat virus corona jenis baru, 2019-nCoV, terus bertambah. Saat ini, dilaporkan ada sekitar 213 warga China dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 8.000 orang terinfeksi.

Seiring dengan meningkatnya angka kematian dan terinfeksi, China juga mengklaim bahwa ada sejumlah pasien yang sembuh dari virus corona semakin bertambah. Jika pada Rabu (29/1) jumlah pasien sembuh sudah mencapai 106 orang, kini angka tersebut melonjak menjadi 143 orang.

Sayangnya, pemerintah China belum membeberkan obat ataupun vaksin yang mereka gunakan untuk menyembuhkan pasien-pasien tersebut. Berdasarkan siaran pers Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Kamis (30/1), mereka hanya menjelaskan beberapa prosedur perawatan bagi pasien yang terjangkit virus corona novel.

Prosedur perawatan itu dibagi menjadi beberapa bagian, sesuai gejala si penderita, mulai dari gejala ringan, sedang, hingga kronis. Dalam perawatan pasien pada tahap kronis, misalnya, dijelaskan bahwa pasien yang memasuki tahap ini akan mengalami beberapa gejala, seperti gelisah, denyut nadi kencang dan tak menentu, berkeringat dingin, dan lidah ungu gelap.

Mereka kemudian menyertakan beberapa resep obat, seperti tablet heishun 10g, Cornus 15g, pil Suhexiang, pil Angong Niuhuang, serta injeksi Xuebijing, injeksi Shenfu, dan injeksi Shengmai. Beberapa obat dan tata laksana perawatan tersebut adalah cara penanganan yang lazim dilakukan, ketika obat atau vaksin suatu penyakit belum ditemukan.

Dijelaskan oleh Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, SpP(K) dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK-UI RS Persahabatan di IMERI FKUI, saat seseorang diisolasi karena virus corona, mereka akan mendapatkan tata laksana atau pengobatan yang sifatnya supportif.

Artinya, pasien yang diisolasi hanya akan diberikan penanganan medis untuk mengatasi gejala yang mereka alami. “Misalnya, dengan diberi obat demam atau batuk. Jika sampai menimbulkan sesak lalu kekurangan oksigen, maka akan diberikan terapi oksigen. Jika pasien perlu cairan yang cukup maka akan diberikan cairan,” papar Erlina Kepada Awak Media, Jumat (31/1/2020).

Alih-alih menjelaskan apa dan bagaimana pasien-pasien virus corona bisa sembuh, China justru mengumumkan penggunaan obat anti-HIV untuk pasien novel coronavirus. Sejumlah pihak skeptis tentang keampuhan obat anti-HIV, sebab belum ada penelitian yang menyatakan bahwa obat itu bisa digunakan untuk pasien corona virus.

Dalam temuan terbarunya, para peneliti dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer dan Institut Virologi Wuhan di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) mengklaim, telah menemukan tiga obat yang bisa menghambat penyebaran virus corona novel. Ketiganya adalah Remdesivir, Chloroquine, dan Ritonavir.

Kendati begitu, belum jelas apakah obat ini benar-benar bisa mengatasi 2019-nCoV atau tidak. Mereka hanya menyebut ketiga obat ini sedang dalam tahap penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan persetujuan penggunaan klinis.

Sampai saat ini, novel coronavirus sendiri masih mewabah di beberapa kota di China, salah satunya Wuhan dan Huanggang yang kini telah diisolasi. Pada Kamis (30/1), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kasus virus corona novel sebagai keadaan darurat global.@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *