Upcloud Raih Pendanaan Modal Baru 18 Juta Euro

Jakarta, iBerita.ID 2020 –-Sebuah Perusahan UpCloud dari Finlandia Telah Memperoleh Pendanaan Modal Ventura sebesar 18 Juta Euro dalam bentuk pendanaan ekuitas dan hutang guna mempercepat pertumbuhan usaha di Bidang Cloud Serta berencana ekspansi Go internasional

Dalam keterangan pers yang diterima, Senin (10/2/2020), Wim Haring selaku Connected Capital menjelaskan, investasi ini bersumber dari Connected Capital & Partners, sebuah perusahan investor pengembang sistem perangkat lunak B2B yang berbasis di Belanda dari keuangan industry investment.

Perusahaan ini sebelumnya telah menerima pendanaan perusahaan Modal Ventura Finlandia pada tahun 2016 lalu.

Melalui pendanaan yang diberikan, diharapkan ke depannya UpCloud mendapatkan posisi yang lebih baik guna mengembangkan dan memperluas layanan perangkat lunak.

“Ini merupakan bagian pasar global hosting di mana lebih melayani sektor bisnis UKM,” kata Wim Haring.

Sementara itu, Direktur Investasi, Tim Modal Ventura Industri Investasi Finlandia, Keith Bonnici mengatakan, UpCloud  juga memiliki tim yang berdedikasi untuk pasar Indonesia dan akan memasuki pasar Indonesia.

Perangkat lunak dan pemrosesan data bergerak cepat ke layanan cloud sehingga layanan UpCloud akan memiliki permintaan yang kuat di masa depan juga.

“Mereka bahkan memiliki tim yang segera berdedikasi untuk pasar Indonesia,” ujar Keith.

Keith mengatakan, perangkat lunak dan pemrosesan data bergerak cepat ke layanan cloud sehingga layanan UpCloud akan memiliki permintaan yang kuat di masa depan juga.

Faktor kinerja membuat UpCloud memiliki keunikan di antara para pesaingnya yang sudah berdiri semenjak tahun 2011.

UpCloud mempromosikan komputasi awan berbiaya tinggi dan berkinerja tinggi dari delapan pusat data di dunia global yang berlokasi di Amsterdam, Chicago, Frankfurt, Helsinki, London, San Jose, dan Singapura.

Dengan lebih banyak wilayah baru yang sedang berjalan, pelanggan UpCloud yang tipikal adalah perusahaan yang menjalankan aplikasi perangkat lunak kritis bisnis (data intensif) di cloud.

Untuk itu, UpCloud membutuhkan kapasitas komputasi, penyimpanan, dan konektivitas kinerja tinggi yang ramah pengguna, harga menarik, dan memenuhi persyaratan layanan pelanggan mereka.

“Pelanggan memiliki antarmuka berbasis web sepenuhnya untuk on-board, mengelola, menyesuaikan jaringan (SDN), membayar dan memantau layanan cloud, penggunaan, dan keamanan mereka,” tutur Keith.@iBeritaID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *