Jakarta, iBerita.ID 2019-Kualitas udara yang buruk di Jakarta disebut salah satu faktor utamanya dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Polusi udara itu kini jadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan, mengatakan, selain faktor kendaraan bermotor, penyumbang polusi terbesar datang dari sektor industri. Ia mengingatkan, jika kedua hal itu dapat dikendalikan, maka kualitas udara di Ibu Kota sedikit membaik.

“Berdasarkan data yang ada, sebagian besar polusi udara di Indonesia berasal dari transportasi sebesar 80 persen, diikuti industri, pembakaran hutan,” ujar Erlina ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat 2 Agustus 2019.

Menurut Erlina, berdasarkan data World Health Organization (WHO), hanya ada 8 persen masyarakat dunia yang menghirup udara sehat. Data itu kemudian diperkuat bahwa sebanyak 7 juta penduduk dunia meninggal dunia tiap tahunnya gara-gara kualitas udara buruk.

Dua juta di antaranya berasal dari Asia Tenggara. “Polusi udara ini sangat rentan terhadap anak usia balita, lalu usia 5-18 tahun,” ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Lingkungan dan Keuangan Mikro Syariah Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, mengatakan, selain peran pemerintah, masyarakat juga didorong untuk sadar tergerak memulai langkah-langkah kecil menekan polusi.

Kepada pemerintah, dirinya mengimbau, adanya regulasi dan pengaturan hukum yang lebih serius dalam upaya pengendalian n) hampir pasti akan kita lakukan tanggal 1 September (2019),” ujar Anies di Balairung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

Anies menyampaikan, kebijakan merupakan satu dari tujuh langkah utama DKI mengurangi kadar polutan udara di udara Jakarta. DKI ingin masyarakat berperan juga dengan turut mengurangi penggunaan kendaraan yang menjadi salah satu sumber utama polusi udara.

“Pemprov DKI akan melakukan kebijakan pengendalian kualitas udara dengan mengajak partisipasi masyarakat,” ujar Anies

Selain itu, Anies juga mengemukakan, berbeda dengan penerapan ganjil genap di masa Asian Games 2018, kali ini, area pemberlakuan kebijakan akan diperluas. Anies menjanjikan pengumuman secara detil, juga teknis dari kebijakan pada pekan depan.

“Kali ini akan kita lakukan perluasan. Kita akan umumkan dalam waktu dekat. Rute-rutenya sedang difinalisasi hari ini. Rute-rute itu akan kita umumkan,” ujar Anies.

Sebagai informasi, yang termasuk jalur ganjil-genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Sebagian Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS. Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal M.T. Haryono, Jalan Jenderal D.I. Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan H.R. Rasuna Said.

Jadwal ganjil genap ini dahulu diterapkan setiap hari Senin sampai Jumat di pagi hari pukul 06.00 WIB – 10.00 WIB dan pada sore hari pada pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.