Jakarta, iBerita.ID 2019 Teknologi Google AI membantu petugas patroli untuk melindungi hutan di Sumatera Barat. Memanfaatkan ponsel bekas, baterai dan panel surya, Rainforest Connection menciptakan alat ‘The Guardian’ dengan teknologi TensorFlow.

dikutip dari Keterangan Pers, alat ini mampu merekam seluruh suara yang ada di hutan, mulai dari suara spesies binatang, hingga suara gergaji mesin serta truk pengangkut.

Sistem akan mengirimkan suara tersebut secara real-time ke smartphone petugas patroli penjaga hutan. Suara-suara yang terekam akan dikenali dan dideteksi secara otomatis berkat adanya teknologi kecerdasan buatan TensorFlow milik Google.

Dengan demikian, ‘The Guardian’ dapat membantu petugas patroli dan masyarakat sekitar untuk memantau keadaan hutan dan mencegah pembalakan liar (illegal logging).

Teknologi Google AI membantu petugas patroli untuk melindungi hutan di Sumatera Barat.

Topher White, Founder & CEO Rainforest Connection menjelaskan, “Pada dasarnya ini adalah kotak dengan baterai, ponsel bekas, perekam alat, serta panel surya. Alat ini diletakan di atas pohon untuk merekam suara hutan menggunakan mikrofon dan mengirimkannya ke cloud dengan teknologi AI TensorFlow”.

Topher turun langsung memimpin perjalanan ke hutan seluas 5.140 hektar. Bekerjasama dengan KKI WARSI, Rainforest Connection memasang sejumlah 12 alat ‘The Guardian’ yang tersebar di 4 nagari (desa) di Sumatera Barat.

Tiap nagari dipasang 3 alat di 3 titik yang berbeda dengan harapan dapat menjangkau seluruh area hutan.

“Rainforest Connection merupakan salah satu pemenang Google AI Impact Challenge 2018, sebuah ajang yang mencari orang atau organisasi yang ingin memecahkan masalah penting dunia seperti deforestasi. Ini merupakan salah satu upaya Google untuk membuka teknologi (open-source) TensorFlow milik Google agar dapat digunakan oleh siapapun,” kata Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communications Google Indonesia