Jakarta, iBerita.ID 2019Infrastruktur memacu pertumbuhan ekonomi. Teori tersebut dapat berlaku, apabila dilakukan dengan startegi yang baik. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

“Saat ini, industri konstruksi di Indonesia nyaris pingsan akibat pemerintah terlena dengan pembangunan infrastruktur. Kondisi ini berdampak pada multiplier effect jangka panjang. Akibatnya, suka atau tidak suka, harus berkorban untuk jangka pendek ini,” ujar Leny Maryouri PhD, Ahli Pendanaan Infrastruktur dalam siaran persnya di Jakarta (13/8/2019)

Menurutnya, pembangunan infrastruktur telah menghabiskan dana ratusan bahkan ribuan triliun tiap tahun. Namun, tidak serta merta akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi menyumbang naiknya derajat hidup masyarakat dalam jangka pendek. “Karena strategi yang diterapkan pemerintah relatif salah bahwa pemahaman infrastruktur itu untuk jangka panjang,” jelas Leny.

Pemerintah lupa, bahwa investasi yang sangat besar itu dikeluarkan saat proses konstruksi, dibandingkan menunggu multiplier effect setelah konstruksi selesai. “Saat operasional nanti, hanya tinggal operasional dan maintenance expenditure. Sehingga terlewat masa konstruksi di mana kesempatan mendapatkan gain yang besar,” kata dia.

Kesalahan Pemerintah Indonesia saat ini, kata Leny, secara kebijakan terlalu membebaskan impor material, bahkan tenaga kerja dari luar negeri. Dengan demikian, keuntungan terbesar atas adanya proses konstruksi didapat oleh kontraktor terutama asing dan supplier material impor alias money out flow.

Leny menyarankan, Pemerintah RI perlu menyadari kesalahan 5 tahun terakhir jika ke depan ingin bonus konstruksi infrastruktur untuk keseahteraan rakyat Indonesia. Alhasil, perlu dilakukan prubahan atau revisi kebijakan terkait konstruksi dan infrastruktur.

Caranya, mulai membatasi penggunaan material impor, hilangkan pekerja impor, gunakan material lokal sebanyak-banyaknya dan gunakan pekerja lokal serta produk turunannya untuk menumbuhkan industri konstruksi dalam negeri kembali Supaya infrastruktur memberikan multiplier effect jangka pendek secara langsung kepada rakyat. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menyumbang pertumbuhan pada industri riil lainnya.