Jakarta, iBerita.ID 2019 –Meski kadang terasa berat, ibadah puasa terutama di bulan Ramadhan punya banyak manfaat. Tahukah Bunda jika salah satu manfaatnya adalah membantu mencegah terjadinya kanker.

Dikatakan dr Wulyo Rajabto, SpPD-KHOM dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan,
dengan berpuasa sekitar 12 – 14 jam, secara tidak langsung kita juga membuat sel-sel di saluran cerna istirahat. Sebelumnya, selama setahun sel-sel tersebut terus-menerus bekerja.

“Kalau sel-sel ini terus bekerja, ada kemungkinan terjadi mutasi yang jadi pemicu kanker. Nah, dengan puasa, sel-sel saluran cerna istirahat, kita beri kesempatan sel-sel beregenerasi, yang rusak bisa terganti dan itu bisa membantu mencegah kanker,” papar Wulyo di sela-sela acara buka puasa bersama Mayapada Healthcare di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Kemudian, konsumsi makanan pastinya berkurang, termasuk makanan yang bisa memicu kanker karena mengandung oksidan. Ketika mengonsumsi makanan yang tak terlalu banyak mengandung oksidan, antioksidan dalam tubuh dengan sendirinya mampu mereduksi oksidan yang bisa memicu kanker.

Meski begitu, Wulyo menegaskan hal terpenting ketika berpuasa adalah sahur dan berbuka puasa dengan menu makanan bergizi seimbang. Artinya, kebutuhan makronutrien (karbohidrat, lemak, protein) dan mikronutrien (vitamin, mineral) harus tercukupi.

Wulyo menambahkan, memang ada faktor risiko kanker yang enggak bisa dikendalikan yaitu usia dan faktor genetik. Tapi, ada faktor risiko yang bisa kita kendalikan yakni gaya hidup. Di antaranya menjaga pola makan gizi seimbang, olahraga, istirahat cukup, jaga berat badan, dan kelola stres.

“Hindari atau sebisa mungkin kurangi konsumsi makanan olahan, alkohol, daging merah, junk food. Jangan merokok dan hindari alkohol,” tambah Wulyo.

Jangan lupa, perbanyak minum air putih dan lebih pilih daging putih seperti ayam kampung serta ikan.

“Daging merah boleh dikonsumsi. Tapi, bukan jadi makanan yang dominan dan secukupnya, enggak berlebihan,” pungkas Wulyo.