Jakarta, iBerita.ID 2019PT Gunung Raja Paksi Tbk, perusahaan baja yang bergerak di bidang industri peleburan dan penggilingan baja (furnace & steel rolling) akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September mendatang. Perusahaan ini berencana menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering) dengan melepas sebanyak-banyaknya 1,24 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp 500. Sementara, harga penawaran saham IPO Gunung Raja Paksi (GRP) berkisar Rp 825 – Rp 900 per saham.

GRP berencana menghabiskan seluruh dana hasil IPO yang ditargetkan sekitar Rp 1,02 triliun hingga Rp 1,11 triliun setelah dikurangi biaya emisi untuk pelunasan utang dan modal kerja.

Direktur Utama PT Gunung Raja Paksi Alouisius Maseimilian memaparkan dana pelunasan utang yang berkisar 99,52% ditujukan untuk melunasi mengakuisisi PT Gunung Garuda, yang juga produsen baja. Alouisius menambahkan akuisisi yang dilakukan GRP berupa klaim aset milik Gunung Garuda. Sementara, 0,48% sisanya digunakan untuk modal kerja.

Akusisi¬† Gunung Garuda per kuartal I-2019 senilai US$ 96 juta. Itu nantinya akan kami ubah menjadi Obligasi Wajib Konversi (OWK). Jadi, Gunung Garuda akan menjadi shareholder GRP sebesar 13,8%,” ujar Alouisius di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (3/9).

Ia juga menambahkan dana hasil IPO juga digunakan untuk membayar sebagian utang GRP ke Gunung Garuda sebesar US$ 70 juta. Sementara, modal kerja yang diinvestasikan GRP mencapai US$ 150 juta.

“US$ 150 juta capex untuk blast furnace, sedangkan antara US$ 50 juta-US$ 60 juta kami gunakan untuk light section mill,” tambah Alouisious.

blast furnace merupakan cara mengolah biji besi yang diproduksi untuk dijadikan bahan dasar pembuatan baja atau besi lainnya.