Peringkat Posisi Dua Marketing Sale Daihatsu 2019 Tembus 177.588 Unit

Jakarta, iBerita.ID 2020 –Daihatsu  mempertahankan posisi nomor dua di bawah Toyota sebagai penguasa mobil di pasar Indonesia sejak tahun 2009. Daihatsu sendiri cukup puas dengan raihan ini meski tak pernah melangkahi Toyota.

Berdasarkan data terakhir Gaikindo di bulan Desember 2019 belum dirilis. Hal tersebut didapatkan dengan prediksi dari penjualan hingga November 2019. Rival terdekatnya di bawah Mitsubishi perlu melakukan penjualan sebanyak 29.000 unit dalam bulan Desember 2019 untuk melangkahi Daihatsu dengan total penjualan 177.558 sepanjang tahun

“Jualan kita di Desember itu 18.157. Dibandingkan bulan November kita naik 12 persen. Total Daihatsu jadi secara ritel 177.558 unit. Kalau dibandingkan dengan rival terdekat Mitsubishi sampai November kalau lihat mau mencapai 177 mereka butuh 29 ribu,” ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra

“Rasanya terlalu jauh karena itu levelnya Toyota. Makanya kita berani klaim walaupun belum ada angka Mitsubishi kita nomor dua,”

Berhasil mempertahankan posisi dua penjualan secara retail (dealer ke konsumen) di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menegaskan pihaknya mampu mencapai 17 persen pangsa pasar sepanjang

Hal Senada Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso menyatakan, pencapaian itu merupakan rekor baru untuk Daihatsu Indonesia.

“Walau data resminya belum rillis, kami bocorkan bahwa market share Daihatsu sekitar 17 persen dari total penjualan pasar otomotif

Hendrayadi menyebut model terlaris sepanjang tahun 2019 dipegang Daihatsu Sigra dengan pencapaian angka 29 persen, Gran max 21 persen, dan Xenia 16 persen. “Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami bisa mempertahankan pencapaian ini selama 11 tahun sejak 2009. Mengingat, persaingan otomotif di dalam negeri begitu ketat dan produk-produk yang ditawarkan pun menarik,” ujarnya.

 Bukan hal mudah, Hedrayadi menjelaskan Daihatsu Indonesia memiliki beragam strategi untuk bisa mempertahankan peringkat dua selama 11 tahun. Terlebih tahun ini banyak pabrikan mulai lakukan penetrasi.

“Saya sedikit bercerita, di tahun 2007 kita hanya berada di peringkat 4 pasar otomotif Indonesia, di bawah Mitsubishi dan Suzuki. Ketiga posisi tersebut terus bergeser, sedangkan Toyota tetap di peringkat teratas,” tuturnya.

“Tahun selanjutnya kita berhasil masuk posisi tiga menyalip pencapaian Suzuki. Suzuki merupakan saingan berat karena produk kita mirip. Lalu di 2009 Daihatsu akhirnya menduduki posisi dua,”@iBerita.ID/Ref

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *