Pendapatan Metrodata Meningkat 17,5% yoy di Tahun 2018

Jakarta, iBerita.ID 2019 –Kemajuan teknologi digital ke arah Industry 4.0. dalam rangka transformasi digital dengan teknologi pendukung seperti Cloud services, Internet of Things (IoT), Big Data hingga Artificial Intelligence (AI) menjadikan PT. Metrodata Electronics Tbk (MTDL), sebagai penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / ICT Solution terintegrasi, memainkan peranan yang sangat penting.

Sebagai perusahaan penyedia solusi TIK terkemuka di Indonesia yang memiliki tiga unit bisnis utama; Distribusi, Solusi dan Konsultasi, MTDL memiliki jangkauan kepada berbagai segmen usaha, mulai dari dealer / toko-toko produk TIK, maupun kepada perusahaan / korporasi hingga ke sistem e-commerce, yang mengelola penjualan business to business dan e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP).

Unit Bisnis Distribusi sebagai kontributor pendapatan terbesar MTDL di bawah pengelolaan anak usaha MTDL yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), melayani penjualan ke dealer / reseller serta korporasi penyedia solusi TIK.

Informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (29/3/2019) menyebutkan, unit bisnis ini terus melakukan strategi diversifikasi produk dan telah mendistribusikan lebih dari 80 merek produk TIK kepada sekitar 1.800 dealer / reseller aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Inovasi yang dilakukan di antaranya adalah pembangunan aplikasi channel “Electronic Software Distribution” untuk penjualan software melalui platform B2B (E-commerce) serta penjualan perangkat gaming.

Penjualan jenis produk gaming dan peralatannya telah tumbuh lebih dari 35% yoy dari penjualan tahun sebelumnya dan telah memberikan kontribusi sekitar 7,7% dari total penjualan di SMI di tahun 2018.

Kemudian untuk meningkatkan efisiensi, SMI di awal 2019 baru saja meresmikan pemakaian gudang 4 lantai (warehouse) seluas 22.000 m2 di MM 2100 Cibitung, Jawa Barat. Gudang tersebut dapat menghemat biaya logistik di area Jabodetabek sebesar kurang lebih 35% dibanding menyewa dan sudah mulai digunakan di tahun 2019 ini.

Sementara itu, Unit Bisnis Solusi MTDL melalui entitas anak PT Mitra Integrasi Informatika (MII), menfokuskan strategi dalam membantu bisnis Korporasi melakukan transformasi teknologi dengan menyediakan solusi lengkap kepada para perusahaan / korporasi, mulai dari kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak maupun jasa layanan TIK lainnya.

Adapun kebutuhan teknologi terupdate yang disediakan oleh MII, di antaranya adalah menghubungkan core system customer dengan aplikasi eksternal seperti e-commerce (Application Programming Interface); membantu customer untuk melakukan otomasi analisa data melalui aplikasi big data and analytic; menyediakan security managed service untuk memantau keamanan sistem IT customer dari serangan virus dan atau threat dengan remote monitoring yang dilakukan di kantor Metrodata (24 jam) serta menyediakan kebutuhan para programmer(developer) bagi para customer nya.

Selanjutnya Unit Bisnis Konsultasi melalui entitas anak PT Soltius Indonesia, MTDL memiliki strategi untuk fokus pada Penjualan Software, Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) serta Penawaran end-to-end services seperti Human Capital Management (HCM), Business Intelligence (BI), Customer Relationship Management (CRM) serta Optimalisasi Supply Chain.

Berkat implementasi berbagai strategi usaha tersebut di atas, pendapatan MTDL sepanjang 2018 berhasil meningkat 17,5% yoy mencapai Rp12,7 triliun, atau naik Rp1,9 triliun dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp10,8 triliun. Peningkatan penjualan di tahun 2018 didorong oleh mayoritas penjualan perangkat keras (hardware) yang berkontribusi sebesar 78% terhadap total pendapatan dan sebesar 14,1% berasal dari perangkat lunak (software) serta sisanya (7,9%) dari services, maintenance, dan pendapatan sewa.

Kenaikan penjualan tersebut juga mendorong peningkatan laba kotor sebesar Rp 156,9 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 1,01 triliun di tahun 2018. Setelah memperhitungkan biaya operasional, beban bunga, selisih kurs dan pajak, MTDL berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp288 miliar, atau meningkat 16,4% dari laba bersih tahun 2017 yang sebesar Rp247,4 miliar.

Sejalan dengan perkembangan bisnis, MTDL juga bermitra dengan berbagai perusahaan TIK kelas dunia dan berinovasi melalui pendirian anak usaha maupun usaha patungan, seperti pada bisnis solusi jaringan melalui PT Packet System Indonesia; Bisnis Layanan Support Telco melalui PT Xerindo Technology serta Bisnis Mobility Application untuk Sales and Distribution melalui PT Metro Mobile Indonesia.

Untuk tahun 2019, MTDL menganggarkan capital expenditure sebesar Rp200 miliar, dengan porsi Rp190 miliar akan digunakan untuk membeli produk TIK yang akan disewakan kepada pelanggan dan sebesar Rp10 miliar akan digunakan untuk meng-upgrade kebutuhan TIK internal perusahaan.

MTDL optimis bahwa dengan adanya kondisi pasar yang kondusif untuk terus melakukan transformasi digital akibat kemajuan teknologi akan mempercepat perusahaan ke arah revolusi industri 4.0. MTDL menetapkan target yang cukup optimis untuk pertumbuhan pendapatan sebesar 12% dan laba bersih sebesar 12,5% yoy pada tahun 2019. Target pertumbuhan pendapatan dipatok moderat seiring dengan momentum tahun politik.@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *