Jakarta, iBerita.ID 2019 –Sriwijaya Air direkomendasikan untuk menghentikan operasinya. Informasi ini didapat berdasarkan surat Sriwijaya Air yang ditujukan kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I pada 29 September 2019.

Surat yang ditandatangani oleh Direktur Quality, Safety and Security Sriwijaya Air Toto Soebandoro itu menggambarkan kondisi terkini terkait kondisi Sriwijaya Air.

Rekomendasi ini bermulai dari perkembangan situasi terakhir Sriwijaya Air, pasca pemberian tenggat masa transisi peralihan kepemimpinan di Sriwijaya Air pada 24 September 2019. Selain itu juga bermula ketika anak usaha Garuda Indonesia, GMF Aero Asia menghentikan layanan perawatan (maintenance) pesawat Sriwijaya Air.

Sebanyak tiga direksi Sriwijaya Air Group mundur dari jabatannya sebagai buntut dari pertikaian bisnis yang terjadi dengan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Ketiga direksi yang mundur tersebut, adalah Direktur Operasi Capt. Fadjar Semiarto, Direktur Quality, Safety & Security Capt. Toto Soebandoro dan Direktur Teknik Romdani Ardali Adang.

djar mengatakan sudah menyampaikan surat kepada direktur utama Srijaya Air terkait dengan kondisi penerbangan. Namun surat tersebut belum direspons.

“Maka kami berdua memutuskan untuk mengundurkan diri untuk menghindari conflict of interest,” kata Fadjar¬†dalam konferensi pers di Jakarta, Senin ini (30/9/2019)

Romdani menambahkan, sejak putus dengan Garuda Maintenance Facilities dirinya cukup khawatir. “Tidak lebih baik saya mengundurkan diri. Demikian,” katanya.