Kisah Sukses Wanita Enterpenuer Etty Soraya dan Maulina, Tas Wanita Sekelas Tas Brand International

Jakarta, iBerita.ID 2018 –  Tas Batik telah menjadi kekayaan budaya nasional indonesia dan dunia batik lebih banyak mengandung budaya jawa, dan dorong oleh Semangat Wanita Entreprenuer  bersama Maulina Sebagai Desain Director, keduanya adalah teman sewaktu kuliah dalam merintis usaha, sebalik dari eropah dua insan ini mulai merintis usaha  Tas  memiliki batik khas sendiri. Selain dikembangkan sebagai kekayaan budaya, batik cukup menjanjikan untuk dikembangkan secara bisnis.

Sebelum nya bernama Kalyana Lether dan kata kalyana berasal dari bahasa sangsekerta artinya dihargai, dikaguimi dan kenapa namanya kaliaya Indonesia karena nama ini akan di besarkan ke luar negeri

Adalah Etty Soraya, warga asli Jawa Timur yang berhasil mengembangkan bisnis berbasis budaya yang tergolong baru dan inovatif, yakni ‘Kalyana Indonesia’.  “jadi  kalyana Indonesia fokusnya di Tas, ” Katanya Etty Soraya Jabatan sebagai Marketing Director Saat di temui di JCC  Senayan dalam Acara Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta  Jumat, 30 Maret 2018

Bermula 2010 dari kecintaan lokal atas kearifan lokal berupa motif-motif Tas khas jawa timur yang mana Wanita kreative ini yang berasal dari sidoarjo dan daerah ini terlahir dari  harus bisa menjahit untuk pemuda pemudinya

Etty pun memutar otak, agar motif-motif Tas tersebut bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat jawa. Lalu lahirlah ide, menuangkan kearifan lokal itu ke dalam selembar kulit sapi.  Wanita berperawakan ayu manis dan cantik ini memulai menekuni usaha Tas.

“Saya sebenar hoby tas,  medesain Tas dan akhirnya saya berkeliling eropah, berlin, los vegas dan akhirnya kami mencari kulit yang berasal dari pasuruhan dan material dari kulit lokal indonesia  ‘, sebutan untuk ibu ber anak satu ini . Kegiatan membatik diperkenalkan sebagai kesibukan, dan sumber mata pencaharian baru.

Bermodalkan Nol  dari hasil bekerja sama dengan seorang desainer teman sewaktu kuliah, Eti memberanikan diri memulai usahanya, dibantu para ‘karyawan-karyawan yang setia’ tersebut.‎

Ia menceritakan pengalaman menariknya, tentang ketika dia diundang untuk memperagakan Tas dalam sebuah kegiatan dalam acara di sentra kreative di daerah jawa timur oleh pejabat daerah jawa timur dan juga hadir petinggi menteri BUMN dan pejabat Bank Mandiri yang begitu antusias menyambut kegiatan baru ini.

Dari kegiatan tersebut,  ini mendapat penghasilan 600 jt dan berflutuasi dan setiap bulannya untuk setiap tas.

Sementara, untuk sebuah TAS Kulit  Kalyana tersebut, Eti mengaku bisa menjualnya dengan seharga mulai dari 200 rb  harga Rp 4 jutan per Tas. Harga tersebut setelah mempertimbangkan biaya produksi lain seperti membeli dengan pertimbangan kulit premium dan sesuai kualitas premium dan harga nya

Saat ini,Eti dibantu 20 tenaga kerja aktif dan  binaan dari pelatihan  membuat Tas. Untuk urusan model, Eti punya cara unik memperoleh motif tas yang benar-benar menggambarkan kehidupan sosial Wanita Profesional Muda kekinian, yang menjadikan Tas produksinya dan jika di gandeng dengan prodak terkenal international mirip 100%. iBerita.ID/Ref

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *