Kimia Farma dan Phapros Resmi Bergabung, Komitmen Memajukan Industri Farmasi untuk Kesehatan Masyarakat

Jakarta, iBerita.ID 2019 –PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“Kimia Farma”/ kode saham: KAEF) hari ini mengumumkan akuisisi PT Phapros Tbk (“Phapros”/ kode saham: PEHA), anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (“RNI”). Hal ini disahkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales & Purchase Agreement) Saham. Kedua perusahaan akan bersinergi untuk memacu pertumbuhan industri farmasi di Indonesia guna mengoptimalkan akses layanan dan produk kesehatan (healthcare) yang bermutu tinggi untuk masyarakat.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN RI, Wahyu Kuncoro yang mewakili Menteri BUMN RI dalam arahannya mengatakan, “Akuisisi Phapros oleh Kimia Farma merupakan wujud dari sinergi BUMN untuk meningkatkan portofolio produk dari Kimia Farma dan Phapros serta nantinya akan mendorong terciptanya efisiensi.”

Bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma diharapkan dapat membawa sejumlah manfaat untuk masyarakat dan negara. Dengan kepemilikan lini bisnis yang sama, langkah strategis ini dinilai akan memperluas akses layanan kesehatan dan produk farmasi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rakyat Indonesia. Selain itu juga akan menciptakan efisiensi biaya operasional dan distribusi barang, meningkatkan diversifikasi portofolio produk, serta memperkuat jaringan produksi.

“Sebagai salah satu ujung tombak industri healthcare milik negara, Kimia Farma berkomitmen untuk memajukan industri farmasi guna mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia yang berkualitas. Semoga dengan bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat memperkuat dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir.

“Ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi RNI dalam mendukung penuh sinergi BUMN. Sebagai agen pembangunan negara, kami turut mendorong tercapainya cita–cita pemerintah termasuk dalam percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan,“ tutur Direktur Utama RNI, B. Didik Prasetyo.

Melalui aksi korporasi ini, Kimia Farma telah resmi memiliki saham mayoritas Phapros sebanyak 476.901.860 (empat ratus tujuh puluh enam juta sembilan ratus satu ribu delapan ratus enam puluh) saham, yang merupakan 56,77% (lima puluh enam koma tujuh puluh tujuh persen) saham yang dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dengan nilai akuisisi sebesar Rp 1,36 triliun.

Hal ini dinilai akan memperkuat kinerja keuangan kedua entitas sehingga nilai investasi bertambah lebih besar. Selain bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan (growth), aksi korporasi ini juga bertujuan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan Kimia Farma dan Phapros, baik kelengkapan portofolio produk, ketersediaan produk, dan akses penyebaran produk yang lebih baik. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan sumbangsih BUMN untuk negara sesuai dengan cita-cita BUMN Hadir untuk Negeri.

Bagi RNI, aksi korporasi ini bagian dari upaya mempercepat agenda transformasi RNI melalui pengembangan bisnis baru serta fokus memperkuat lini bisnis eksisting yang menjadi prioritas, diantaranya distribusi dan perdagangan serta properti. Di bidang properti, saat ini RNI telah menyiapkan recana pengembangan aset di beberapa lokasi, diantaranya kawasan Pancoran dan Kuningan Jakarta, serta beberapa kota lainnya.

Sekilas tentang Kimia Farma
PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia dengan layanan Healthcare dari hulu ke hilir yang meliputi Pabrik, Manufaktur Bahan Baku Obat, Research & Development, Marketing, Bisnis Internasional, Trading & Distribution, Layanan Apotek, Diagnostik, dan Klinik Kesehatan. Perseroan saat ini memiliki anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu PT Kimia Farma Apotek (ritel kesehatan), PT Kimia Farma Trading & Distribution (trading & distribution), PT Sinkona Indonesia Lestari (manufaktur kina dan turunannya), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (manufaktur bahan baku obat), dan Kimia Farma Dawaa Co., Ltd (ritel kesehatan & wholesale di Arab saudi). Hingga Februari 2019, Perseroan telah memiliki 1.171 jaringan Apotek, 546 Klinik Kesehatan, 55 Laboratorium Klinik, 3 Klinik Kecantikan, 10 Optik, 48 cabang Trading & Distribution dan 34 jaringan bisnis di Arab Saudi.

Perseroan selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Apabila ada hal-hal yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, bisa menghubungi contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1-500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 WIB (pulsa lokal). Dalam contact center tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat dan informasi lainnya.

Sekilas tentang RNI
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) didirikan pada tahun 1964 sebagai kelanjutan dari nasionalisasi aset-aset grup konglomerat Oei Tiong Ham Concern (OTHC) atau Kian-Gwan Kongsi yang didirikan oleh “Raja Gula” Oei Tiong Ham.

RNI merupakan BUMN yang bergerak di empat bidang usaha, yaitu agroindustri, farmasi alat kesehatan, perdagangan dan distribusi serta properti. Saat ini PT RNI sebagai perusahaan induk memiliki 12 Anak Perusahaan. Dalam bidang agro-industri, PT RNI memiliki dan mengelola 9 pabrik gula yang tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur, perkebunan sawit dan perkebunan teh serta beberapa pabrik pengolahan produk hulu dan samping berbasis tebu. Di bidang perdagangan dan distribusi, PT RNI memiliki anak perusahaan dengan cabang-cabang yang terdapat di kota besar seluruh Indonesia. Di bidang alat kesehatan meliputi pabrik alat suntik, sarung tangan, dan kondom.

Sekilas tentang Phapros
PT Phapros Tbk adalah perusahaan farmasi yang didirikan pada 21 Juni 1954 dengan kantor pusat di Semarang, Jawa Tengah. Semula merupakan bagian dari pengembangan usaha Oei Tiong Ham dengan nama NV Pharmaceutical Processing Industries. Sebelum bergabung dengan Kimia Farma, Phapros merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI, BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, dan perdagangan. Saat itu, RNI menguasai 56,77% saham Phapros.

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan telah memproduksi lebih dari 250 macam produk yang diklasifikasi dalam kelompok etikal branded, etikal generik, OTC (Over The Counter), dan agromed. Selain itu, perusahaan telah memperluas lingkup bisnisnya pada sektor alat kesehatan, toll manufacturing dan kerja sama ekspor.@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *