Kemampuan Pilot Tempur TNI AU Diakui Fighter AU Thailand

Jakarta, iBerita.ID 2019 — Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh kru Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru atas profesionalisme dan militansi yang telah ditunjukkan selama 10 hari latihan bersama pilot tempur Royal Thai Air Force (RTAF). Pada beberapa kesempatan di sela-sela latihan, para pilot tempur (RTAF) mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan dan keterampilan pilot tempur TNI AU dalam pertempuran udara jarak dekat (dogfight) dalam beberapa simulasi, baik Air Combat Maneuver (ACM) dengan jenis pesawat yang sama maupun Dissimilar Air Combat Tactic (DACT) dengan jenis pesawat yang berbeda (F-16 Fighting Falcon vs F-5 Tiger).

Hal tersebut diungkapkan Kasau saat bersama Ketua Dewan Penasihat RTAF, Air Chief Marshal Bhanupong Seyayongka menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Elang Thainesia antara RTAF dengan TNI AU di Pangkalan Udara Korat, Thailand, Kamis (8/8/2019).

Meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU dengan melakukan latihan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut yang dimulai dengan latihan perorangan dalam satuan, latihan antar satuan, latihan tingkat komando utama (Kotama), dan latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha, telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Salah satu latihan yang dilakukan oleh prajurit TNI AU khususnya skadron udara adalah latihan bersama secara bilateral dengan negara lain dan kali ini dilaksanakan dengan RTAF di Pangkalan Udara Korat, Thailand pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2019. Pimpinan TNI AU berharap dengan adanya latihan bersama seperti ini, dapat meningkatkan kemampuan para penerbang tempur TNI AU dengan menggali ilmu dan keterampilan terbang sebanyak-banyaknya dari metoda yang digunakan oleh negara lain. Di samping itu, latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral sesama negara anggota ASEAN yang telah terjalin baik selama ini.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada RTAF atas keramahtamahan dan sambutan yang hangat kepada delegasi TNI AU dalam latihan bersama ini. Di samping itu, RTAF telah mengatur jadwal latihan dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan yang direncanakan. Saya berharap, hubungan bilateral antara Indonesia dengan Thailand akan semakin kuat, khususnya bagi kedua angkatan udara,” ujar Kasau.

Latma Elang Thainesia dilaksanakan dua tahun sekali dan Indonesia dan Thailand bergantian menjadi tuan rumah. Pelaksanaan Elang Thainesia berikutnya pada tahun 2021 di Indonesia. TNI AU mengirimkan personel dari Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dengan kekuatan 76 personel, 5 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, dan 2 pesawat angkut berat C-130 Hercules sebagai pendukung.

Komando Latihan (Kolat) yang dipimpin oleh Exercise Commander (Exco) Kolonel Pnb Muhamad Arwani yang juga sebagai Komandan Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin bersam dengan 1st Wing Commander RTAF Group Captain (GpCpt) Wachirapan Muangnai telah melaksanakan kegiatan latihan dengan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

Turut hadir pada upacara penutupan Latma Elang Thainesia 2019, Aspam Kasau, Asops Kasau, Pangkoopsau I, Pati Sahli Kasau Bidang Polhukam, Dirum Kodiklatau, Kadisopslatau, Kadissurpotrudau, dan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin serta pejabat RTAF Dikutip Melalui Keterangan Pers, @iBeritaid/Ref

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *