Yogyakarta, iBerita.ID 2019 – STIE Nusa Megarkencana (STIENUS Jogja) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat yang didanai oleh RISTEKDIKTI. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan pengembangan UMKM. Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terdiri dari Winanto Nawarcono S.E., M.M, Dhiana, Ekowati, SE., MM, dan Drs. Yuri Murdo, M.Si.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperuntukkan bagi Kelompok Pengrajin mendong berada di desa Sendangsari, Kecamatan Minggir, Sleman Yogyakarta. Budidaya tanaman mendong, di desa Sendangsari sudah dilakukan sejak tahun 1949. Adanya kelompok budidaya mendong di Sendangsari, memberikan dampak positif bagi masyarakat, selain pemberdayaan masyarakat juga dalam mengembangkan peluang kerja yang melibatkan masyarakat dari usia produktif sampai lansia pada sektor kerajinan.
“Yang menjadi permasalahan mitra saat ini adalah jumlah produksi terbatas. Selama ini proses produksi kerajinan masih sederhana dengan menggunakan tangan ditambah minimnya peralatan proses produksi, menjadikan proses produksi menjadi terhambat dan jumlah produk yang dihasilkan terbatas.” Kata Winanto Nawarcono selaku Dosen STIE Nusa Megarkencana dan Ketua Tim Pengabdian.
Desain dan inovasi produk yang dihasilkan mitra masih sederhana, sementara desain kerajinan memegang peranan penting dalam suatu produk, karena keunikan dalam suatu produklah yang membuat konsumen tertarik untuk membeli suatu produk. Semakin menarik desainnya maka kemungkinan besar produk akan banyak dicari oleh konsumen.
Dalam kegiatan pengabdian ini, STIE Nusa Megarkencana bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam melakukan beberapa kegiatan pelatihan seperti pelatihan pengolahan limbah mendong pada tanggal 22-23 Juli 2019 dan pada tanggal 30-31 Juli 2019 pelatihan tentang desain dan inovasi produk kerajinan mendong. Hasil dari pelatihan tersebut mitra mampu membuat produk dari limbah mendong dan ada tambahan desain dan inovasi produk mendong, seperti tas gendong (ransel) tempat tisu, tempat minuman gelas kemasan, tempat buku, sandal, tempat permen, toples kue, tempat perhiasan. Selain kedua pelatihan tersebut, pada tanggal 24 Juli 2019, tim pengabdi melakukan kegiatan pelatihan manajemen usaha, dan tanggal 25 Juli 2019 melakukan kegiatan pelatihan motivasi usaha.
Winanto menambahkan, tim memberikan bantuan modal awal mesin press pemotong sandal pon spon, pisau pemotong, stanplat spon ati dan mesin jahit juki high speed servo. Dimana dengan pemberian bantuan ini, mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi produk mendong.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, ada peningkatan minat dan pemahaman generasi muda terhadap usaha kerajinan mendong dan ada peningkatan motivasi usaha dari generasi muda untuk memulai usaha.” Ujar Winanto. (Pangesti@iBerita.ID/Ref