Jakarta International School Era Education 4.0, Implementasikan Program STEAM

Jakarta, iBerita.ID 2020 –Jakarta Intercultural School (JIS) menggelar paparan wawasan dan inspirasi tentang Education 4.0 melalui program STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics).

Program ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang didorong oleh pemerintah dan merupakan bagian dari antisipasi kedatangan revolusi industri jilid keempat dengan peran smart technology, artificial intelligence dan robotics yang dominan.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas guru, pemanfaatan teknologi dalam pengembangan metode pengajaran sehingga siap terjun dalam industri 4.0.

Education 4.0 adalah elemen penting dalam mewujudkan Indonesia 4.0 dan menembus 10 negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2030.

“Sejalan dengan visi dan misi Indonesia 4.0, JIS juga memiliki komitmen besar untuk meraih cita-cita tersebut. Kami berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program STEAM yang sesuai dengan konsep Education 4.0,” kata Tarek Razik, Head of School JIS.

“Dengan menerapkan program STEAM, JIS siap melahirkan para pemimpin masa depan yang dapat memahami tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengaplikasikan kompetensi global,” lanjutnya.

Pengajaran STEAM merupakan pendekatan pendidikan dengan lima ilmu pengetahuan, sehingga anak dapat berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, siap menjadi warga global dan komunikator, kolaborator, pemimpin, kreator dan wirausaha.

Untuk mendukung STEAM, JIS juga meresmikan gedung baru untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama bernama S Module. S diambil dari STEAM untuk mendukung aktivitas para murid di bidang STEAM, seperti coding, programming, robotics, desain

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengapresiasi langkah JIS yang sudah lebih dulu memperkenalkan STEAM kepada siswanya.

“Selamat, ini adalah inisiatif pertama dalam memperkenalkan revolusi industri 4.0 kepada siswa middle school (SMP),” ujar Bambang saat meresmikan gedung S Module.

Menariknya, Bambang juga melihat cara menggabungkan teknologi dan seni adalah sesuatu yang berbeda. Bahkan bisa dibilang tidak lazim.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro (JIS)

“Sejujurnya, pada sistem kita di Indonesia, seni dinilai sangat berbeda dengan sains, teknologi, teknik dan matematika. Seni lekat dengan kultur dan sosial. lalu kenapa seni di sini, bersama sains, teknologi, teknik dan matematika? Jadi ini ide yang inovatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya memasukan seni ini untuk mendorong kreativitas.

“Sains, teknologi, teknik dan matematika untuk penguatan latar belakang atau dasar. Tetapi untuk berbuat sesuatu kita butuh kreativitas. Yang membuat kita menang dalam kompetisi kadang kreativitas. Dan kreativitas akan lebih baik jika didorong oleh dasar yang kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitawati juga mengapresiasi langkah yang sudah diambil oleh JIS dalam membangun gedung khusus untuk mengembangkan minat serta bakat siswa dalam bidang STEAM, yaitu Gedung S Module.

Dia menilai langkah itu bisa memberikan dampak positif terhadap sekolah-sekolah lain. Dia pun berharap sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) bisa mencontoh langkah tepat yang sudah dilakukan JIS.

Mudah mudahan akan menular ke SPK-SPK lain. Karena SMP di Indonesia ada 40 ribu. Kalau bisa bangun di tiap Kabupaten-Kota sekolah seperti ini, sehingga mudah-mudahan Indonesia siap menyambut perubahan zaman,” kata Poppy.

“Saya yakin sejalan dengan perkembangan dinamika global abad 21, perkembangan sains dan teknologi yang pesat dan dikaitkan revolusi industri 4.0, kita perlu mempersiapkan generasi muda dengan tuntutan kompetensi yang sangat berbeda,” jelasnya

JIS telah melangkah lebih cepat dalam menggerakkan Education 4.0 bagi dunia pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah Jakarta Principal Shadowing Program yang diikuti para Kepala Sekolah Negeri di Jakarta.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro (JIS)

Pada tahun 2019, program ini melibatkan 22 Kepala Sekolah. Mereka dibimbing secara langsung oleh para pendidik JIS untuk mendapatkan berbagai inspirasi dalam pengelolaan lingkungan sekolah, seperti menciptakan budaya sekolah dan menjadi pemimpin instruksional.

Sepanjang tahun, JIS juga membimbing para guru dan kepala sekolah SD dan SMP di Jakarta melalui program Innovative Schools Programme untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar.

Ada pula ajang Maker Ed Conference yang diikuti lebih dari 40 guru sekolah di Indonesia, untuk mendapatkan inspirasi seputar micro-computer robotics, 3D Design, 3D printing yang juga dibimbing oleh para pendidik JIS.

Kini dengan dukungan gedung S Module yang baru saja diresmikan oleh Menristek/ dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, JIS akan memberi warna yang semakin kuat dalam mewujudkan Indonesia 4.0 dari dunia pendidikan @iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *