Experience Dunia Wisata Bagi Kaum Milenial Di Tanah Air Melalui Teknologi Digital

Jakarta, iBerita.ID 2019 –Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menciptakan destinasi yang memberikan pengalaman mengesankan dan mengoptimalkan teknologi digital untuk menarik milenial di Tanah Air dan manca negara guna mengeksplorasi destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

“Milenial itu sukanya experience. Jadi, yang pasti kita harus memberikan experience yang baik buat mereka, itu yang pertama,” ungkap Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo seusai menghadiri rapat kerja perdana Kemenparekraf dengan Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).


Menurutnya, dengan produk yang baik, sustainable, wisatawan akan kembali lagi. “Experience itu yang penting,” kata Angela.

Kedua, milenial juga melihat tren. Untuk itu, akan ada kerja sama dengan influencer dan lain sebagainya untuk meningkatkan promosi. Teknologi digital akan dimaksimalkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

 

“Anak muda kan getol banget sama digital, jadi kita akan lebih galakkan lagi promosi digital,” jelasnya

Promosi digital akan menarik tak hanya wisatawan lokal, tapi juga dari manca negara. Internet menjadi salah satu sumber informasi andalan bagi wisatawan asing yang ingin datang ke suatu negara.

“Banyak wisatawan asing mencari informasi mengenai destinasi yang mau dikunjungi lewat digital, bisa lewat website dan lain sebagainya. Jadi, kita akan fokuskan ke digital. Bisa melalui website resmi, influencer-influencer, KOL [key opinion leader] dan sebagainya,” tegas Angela.

Angela menyebutkan, website yang informatif dan kerja sama dengan influencer di media sosial menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh untuk mempromosikan pariwisata di Tanah Air.

Prinsipnya, kata Angela, membangun eksosistem yang berkelanjutan.

“Mengembangkan lima destinasi prioritas itu tentunya dari membentuk ekosistem. Ekosistemnya harus sustainable, sustainable tourism. Kita juga harus koordinasi, bekerja sama dengan kementerian lain,” tuturnya.

Tak hanya memanfaatkan kemajuan digital, kata Angela, Kemenparekraf akan mensinergikan pariwisata dengan ekonomi kreatif. Misalnya, mengajak rumah produksi luar negeri untuk mengambil lokasi syuting di berbagai wilayah Indonesia.

“Jadi pembuatan film itu bisa di Indonesia, background-nya Indonesia. Itu bisa membuat muda mudi yang suka nonton, tertarik dengan Indonesia,” tutur Angela¬† @iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *