Dampak Virus Corona, PHRI Cianjur : Kawasan Hotel Wisata Cianjur & Puncak Sekitarnya Turun 35%

Jakarta, IBerita.ID  2020 — Perlambatan wisata warga Tiongkok turun hampir 35% selama liburan Tahun Baru 2020 Di Kawasan Cianjur & Puncak Sekitar Jawa Barat

Penyebaran virus corona (COVID-19), terus berdampak terhadap sejumlah sektor ekonomi. Tak hanya untuk sektor pariwisata dalam negeri, virus juga mengguncang sektor wisata Indonesia.
Berdasarkan Data Global International Wisata Dunia, Dikutip dari Financial Times, turis Tiongkok menyumbang 150 juta perjalanan ke luar negeri sepanjang 2019 dan menghabiskan sekitar US$ 130 miliar  atau setara Rp 9.487  triliun di luar negeri pada 2018. Angka pengeluaran tersebut naik 13% dari tahun sebelumnya, menurut temuan Akademi Pariwisata Tiongkok.
Namun, sejak wabah coronavirus menyebar, hilangnya kelompok turis Tiongkok dari daerah-daerah wisata di dunia membuat pelaku bisnis perhotelan, pemilik restoran, operator tur dan pengecer mulai merasakan dampaknya

Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Cianjur, Nano Indrapraja  mengkhawatirkan penularan Virus Corona dapat mempengaruhi sektor pariwisata di wilayah tersebut apabila virus yang menyebabkan pneumonia tersebut tidak segera ditangani secara tuntas.
“Untuk saat ini, memang tidak berpengaruh pada perhotelan  dampak signifikan terhadap pariwisata di Kawasan Cianjur dan Puncak Bogor Sekitarnya karena wisatawan yg berkunjug adalah oara wisatawan domestik,” kata Nano
Menurut dia, kegiatan tur yang dibatalkan tersebut tidak hanya berasal dari tur yang dipesan wisatawan mancanegara saja, tetapi juga berasal dari wisatawan domestik.
Kebanyakan wisatawan memilih untuk menunda perjalanan wisata mereka hingga penularan Novel Coronavirus (nCov) atau virus corona tersebut dapat tertangani secara tuntas.
“Ini yang kami khawatirkan. Penyebaran virus ini tidak hanya mempengaruhi penurunan tur dari wisatawan mancanegara saja tetapi juga dari domestik. Pesanan hotel sepanjang awal tahun iniJanuari lamban dibanding periode yang sama tahun sebelumnya kisaran 35%,” katanya.
Oleh karena itu, Nano  berharap, pemerintah berwenang dapat segera melakukan penanganan penularan nCov secara tuntas termasuk dengan membentuk pusat krisis harus selektif dalam menerima tamu.
Sedangkan bagi wisatawan mancanegara yang tetap melakukan perjalanan wisata ke Cianjur lanjut Nano juga perlu dilakukan pengawasan secara ketat sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka bisa dilakukan penanganan dengan cepat dan tepat. “Semua pihak sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,” katanya. Di Cianjur, 15 Februari 2020
Di Kawasan Puncak dan Cianjur, jumlah kunjungan wisatawan dari China berada di peringkat enam besar dengan persentase mencapai sekitar 3-4 persen dari total kunjungan wisatawan Mancanegara.
Selain itu, lanjut PHRI, Harapan Virus Corona Ceoat berlalu , dalam keadaan seperti saat Pemerintah Kabupaten harus selktif dan memilih tamu tamu khawatir   terhadap virus corona dan pemerintah  mengadakan antisipasi2 lain dan banyak pertemuan pertmeuan dari pemerintahan daerah dan pada triwulan pertama 2020 banyak pertemuan pertemuan dan semoga masih biasa tetap berjalan. Tidak tergangu dengan penyebaran Virus Corona.@iBerita.ID/Ref

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *