Cukup E-KTP dan Sidik Jari, BPJS Tenagakerja Klaim Hanya Enam Menit

Jakarta, iBerita.ID 2019 –Sekarang masyarakat tak perlu lagi mengantri cukup lama untuk proses pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK). Pasalnya cukup dengan e-KTP dan sidik jari, proses pengajuan klaim dapat dilakukan hanya dalam waktu 6 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BPJS TK Agus Susanto, Minggu (14/4/2019).

Tak hanya itu, BPJS TK juga mengubah nomor kontak layanan pelanggan, dari yang sebelumnya 1500910 menjadi 175.
Menurut Agus, nomor kontak yang sederhana akan membuat peserta lebih mudah mengingatnya sehingga kepuasan peserta BPJS TK dapat meningkat.

Termutakhir, BPSJ TK juga telah mengembangkan aplikasi berbasis Android dan IOS sebagai pintu gerbang informasi, pendaftaran dan pelayanan, serta pelaporan di dunia maya. Diketahui aplikasi tersebut diberi nama BPJSTKU dan sudah dapat diunduh melalui smartphone.

Fitur baru ini diklaim dapat membantu peserta dalam menyelesaikan berbagai urusan dengan BPJS TK, seperti cek informasi saldo, hingga pengisian formulir yang memanfaatkan data e-KTP.

Menurut Agus, dirinya beserta jajaran Direksi, Dewan Pengawas dan tim Manajemen untuk tahun ini telah memutuskan untuk mengusung tema Aggressive Growth, di mana salah satu elemennya adalah mengenai pertumbuhan kemudahan akses kanal pelayanan, baik fisik maupun elektronik.

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan layanan kepada peserta kami, dengan memanfaatkan data dan infrastruktur internet yang telah dikembangkan pemerintah”, tegas Agus.

Sebagai informasi, hingga bulan Februari 2019, total peserta yang telah terdaftar di BPJS TK telah mencapai 50,5 juta peserta atau meningkat 11% dari periode sebelumnya. Sedangkan jumlah peserta aktif telah mencapai 30,5 juta atau meningkat 13% dari periode sebelumnya. Tahun 2019 ini, BPJS TK menargetkan jumlah peserta aktif sebanyak 34,4 jua.

Nilai total pembayaran klaim yang telah dibayarkan per Februari 2019 telah mencapai Rp 4,8 triliun atau telah mencapai 16% dari target tahun 2019 yang sebesar Rp 31 triliun.

Menurut Agus, klaim terbesar , berasal dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 4,4 triliun, disusul oleh Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 258 miliar. Sedangkan klaim Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP) masing-masing sebesar Rp 136 miliar dan Rp 20,7 miliar.

Sementara itu, iuran yang telah dibukukan oleh BPJS Ketenagakerjaan terhitung Februari 2019 sebesar Rp10,02 Triliun atau meningkat 17% dari periode sebelumnya dan mencapai 13% dari target Rp76 Triliun.

Dari sisi pengelolaan dana, jumlah dana investasi yang dikelola BPJSTK telah mencapai Rp374 triliun atau meningkat 14% dari periode sebelumnya dan telah mencapai 84% dari total anggaran Rp 443 triliun.

Dana kelolaan tersebut terbesar ditempatkan dalam instrumen surat utang (60%), saham (18%), deposito (11%), reksadana (10%) dan investasi langsung (1%).

Hasil investasi BPJSTK mencapai Rp4,6 Triliun atau meningkat 15% dari periode sebelumnya dan telah mencapai 13% dari target sebesar Rp 36 triliun.@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *