Jakarta, iBerita.id 2017 –Ciputra Group tengah mengembangkan kawasan seluas 2.000 hektar di Kabupaten Lebak, Banten, sebagai Kota Baru Citra Maja Raya. Hingga saat ini, pengembang swasta tersebut sedang membangun 10.000 unit rumah, termasuk di dalamnya sekitar 8.000 unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur PT Ciputra Residence, Mary Octo Sihombing, mengatakan Citra Maja Raya sengaja dibangun dengan konsep TOD (transit oriented development) yang terintegrasi dengan transportasi publik. Dengan lokasinya yang tak jauh dari Stasiun Maja, membuatnya bisa diakses dengan mudah dari Jakarta via kereta komuter atau KRL.

“Naik mobil jalan darat (dari Maja ke Jakarta) 2-3 jam. Dan itu enggak pasti. Tapi dengan KRL pasti sampainya, ke Tanah Abang sejam setengah. Apalagi dengan KRL saat ini semakin nyaman, frekuensi perjalanannya juga semakin rapat. Setiap setengah jam sekali sekarang ada train bolak-balik Maja-Jakarta. Apalagi nanti akan dibangun double track sampai Merak,” papar Mary di Citra Maja Raya, Sabtu (18/11/2017).

Diungkapkannya, Kota Baru Maja merupakan bagian dari 10 kota baru yang dikembangkan pemerintah hingga 2019 mendatang. Kawasan ini juga nantinya akan tersambung dengan jalan tol Serang-Balaraja yang saat ini sedang dimatangkan, serta jalan nasional ruas Rangkasbitung-Pamulang.

“Rencananya pemerintah akan membuat jalan negara dari Pamulang sampai Rangkasbitung. Trasenya sudah ada, dan akan diwujudkan. Kota Baru Maja digagas pemerintah satu dari 10 kota baru di Indonesia. Dan lokasinya persis dengan KRL dengan konsep TOD. Rata-rata pembeli kita banyak dari daerah Serpong, Tangerang, dan Jakarta. Karena dengan KRL terhubung langsung ke Tanah Abang satu jam setengah,” ujar Mary.

Dengan total luas lahan 2.000 hektar, Kota Baru Maja direncanakan akan dibangun 120.000 unit rumah hingga 10-15 tahun ke depan. Saat ini, pihaknya sedang membangun 10.000 unit rumah, dengan 8.000 unit di antaranya diperuntukkan untuk MBR.

Sementara itu, General Manager Marketing Citra Maja Raya, Yance Onggo, menuturkan Maja yang terakses langsung dengan KRL ini sangat cocok untuk masyarakat yang bekerja di Jakarta.

“Kalau ditanya cocok enggak untuk masyarakat Jakarta? Sangat cocok. Sebenarnya bukan Jakarta saja, tapi masyarakat yang penghasilannya di atas Rp 3 juta. Itu bisa dapat rumah dan masih ada tanahnya. Ini kesempatan memiliki hunian yang affordable dengan fasilitas lengkap skala kota,” ungkap Yance.

Sejumlah fasilitas yang akan melengkapi Citra Maja Raya antara lain fasilitas komersial Eco Plaza, pendidikan, kesehatan, sport club, water park, pasar modern, shuttle bus, sub terminal, ruang terbuka hijau, serta fasilitas umum dan sosial lainnya.

Menurut dia, dari total lahan 2.000 hektar, tahap pertama yang dimulai sejak 2014 lalu, pihaknya sudah mengembangkan sekitar 430 hektar. Kemudian kedua dikembangkan 300 hektar.

“Dari total 2.000 hektar sudah kami kembangkan 430 hektar. Kurang lebih sudah terjual 7.000 unit atau sold out semua. Awal 2017 tahap kedua kembangkan 300 hektar dengan jumlah unit 12.000 unit, yang sudah terjual 3.000 unit. Di tahap kedua ini kita juga akan kembangkan kawasan baru namanya Kintamani dengan sentuhan gaya resort Bali,” pungkas Yance. (iBerita.id/Ref)