Jakarta, iBerita.ID 2019 —Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang ritel PT Sarinah (Persero) akan melakukan pembangunan dan pengembangan aset Sarinah Thamrin.

Dalam pengembangan tersebut, Sarinah menggandeng beberapa BUMN konstruksi untuk menunjang pembangunannya, di antaranya adalah PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Untuk itu hari ini tiga BUMN ini melakukan penandatanganan kerja sama di Kantor Kementerian BUMN. Nantinya akan ada tiga tower baru yang ingin dibuat Sarinah di Thamrin.

Kerja sama proyek tersebut melalui pemanfaatan kompetensi, fasilitas, dan jasa dengan prinsip Good Corporate Service untuk optimalkan sumber daya masing-masing pihak.

“Pengembangan aset sarinah melalui sinergi bumn ini adalah merupakan upaya mengandalkan kompetensi, fasilitas, dan jasa masing-masing. Kerjasama ini merupakan dream come true bagi Sarinah,” ungkap Dirut PT Sarinah GNP Sugiarta Yasa, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Penandatangan nota kesepahaman itu dihadiri oleh Dirut PT Sarinah GNP Sugiarta Yasa, Dirut PT Wijaya Karya Tumiyana, PT PP Lukman Hidayat.

Sugiarta Yasa mengatakan proyek yang ia jalankan dengan PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan adalah untuk membangun komplek komersial di kawasan aset Sarinah Thamrin. Proyek tersebut akan memakan investasi sebesar Rp 1,8 triliun rupiah.
Pihaknya akan membangun beberapa gedung di lahan seluas 1,7 hektare. Setiap gedung memiliki total lantai sebanyak 41 dengan 3 basement.
“Ada mallnya, ada office juga tentunya prinsip mice dan memungkinkan ada hiburannya, Rencananya tower baru yang kita bangun minimal 2, mungkin nanti ada 3 tower existing disana,” katanya.

Untuk mengembangkan kawasan tersebut, Sugiarta mengatakan pihaknya akan menggunakan 70% dana pinjaman. Sisanya akan menggunakan dana dari internal, Sugiarta menyebut akan menggunakan pendanaan dari beberapa bank pelat merah.
“Insya Allah bulan depan sudah mulai groundbreaking,” dia bilang.
Sugiarta merencanakan akan melakukan groundbreaking pada proyek tersebut sekitar bulan depan. Dia menjelaskan bahwa nantinya untuk menyelesaikan satu tower akan butuh waktu selama 16 bulan.
“Insya Allah bulan depan sudah mulai groundbreaking. Kurang lebih 16 bulan (satu tower) kalau total kawasan mungkin jadi 30 bulan.” jelas Sugiarta.@iBerita.ID/Ref