Jakarta, iBerita.ID 2019 –PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencetak laba Rp 25 triliun untuk tahun 2018, naik 21,2% yesr on year (yoy). Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (15/5/2019) menyepakati pembayaran dividen sebesar 45% dari laba bersih tersebut atau sekitar Rp 11,2 triliun (sekitar Rp 241 per lembar saham). Sedangkan 55%-nya akan digunakan sebagai laba ditahan.

“Akan dibayar sebulan ke depan. Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi ketentuan terbaru regulator,” ujar Sulaiman Arif Arianto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, seusai RUPST.

Pencapaian laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 5,28% menjadi Rp 57,3 triliun dan peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 20,1% menjadi Rp 28,4 triliun.

Kinerja tersebut juga didukung keberhasilan perseroan memperbaiki kualitas kredit yang tercermin pada penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) dari 3,46% pada 2017 menjadi 2,75% di akhir tahun 2018 sehingga memangkas alokasi biaya pencadangan perseroan menjadi Rp14,2 triliun dari Rp15,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

RUPST juga memutuskan untuk mempertahankan komposisi pengurus perseroan guna mempertahankan kinerja yang dibukukan tahun lalu dan mendukung pencapaian target tahun ini.

Pada 2019, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit berada di kisaran 10%-12%, dengan rasio NPL gross yang terjaga di 2,5% – 2,7%. Selain itu, Panji Irawan, Direktur Keuangan Bank Mandiri, mengungkapkan, perseroan akan mengalokasikan Capex untuk pengembangan digital sebesar Rp 2,4 triliun.

“Laba ditahan sebesar 13,75 triliun. Untuk total Capex-nya Rp 4,8 triliun, setengahnya dialokasikan untuk mengembangkan digital,” ungkap Panji.