Arif Budimanta Utang Negara Aman, 60 % Terhadap PDB.

Jakarta, iBerita.ID 2019 –Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah, terutama soal utang sebaiknya jangan sepotong-sepotong. Jangan sampai masyarakat menerima komentar yang sepenggal sehingga mengakibatkan salah paham.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta menilai komentar sepenggal tersebut hanya melihat utang berdasarkan besarannya saja. “Tapi pada saat bersamaan tidak melihat kondisi keuangan negara, apalagi mengukur keberhasilan dari pemanfaatan dana pinjaman tersebut,” klaim Arif, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pertama memimpin pada 2014, Arif mengingatkan, kantong pemerintah dalam kondisi defisit. Saat itu defisit keseimbangan primer mencapai Rp93 triliun. Ini artinya, pemerintah harus mencari penambal agar kegiatan pembangunan tidak terhenti.

Dengan demikian, ia menegaskan, menutup warisan anggaran yang bolong itu bagi Pemerintahan Jokowi-JK menjadi suatu keharusan. “Pemerintah sekarang terus memperbaiki kondisi anggaran agar kondisi fiskal lebih sehat. Kalau melihat perkembangannya kan pemerintah berhasil,” klaim Arif.

Seperti diumumkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit keseimbangan primer –selisih antara penerimaan dikurangi belanja negara tanpa memasukkan beban pembayaran bunga utang– hanya tersisa Rp1,8 triliun atau rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 0,01 persen. Sementara pada 2014 rasionya masih sebesar 0,88 persen.

“Angka defisit ini merupakan yang terendah sejak 2012. Pencapaian harus diapresiasi, karena membuat fundamental APBN kita kuat,” paparnya.

Sejauh ini, Arif mengklaim, pengelolaan utang sudah dijalankan dengan sangat baik. Sepanjang Pemerintahan Presiden Joko Widodo, rasio utang terhadap PDB masih di bawah 30 persen, bahkan jauh dari bawah batas yang ditetapkan undang-undang yang sebesar 60 persen terhadap PDB.

Menurutnya dibandingkan dengan negara lain rasio utang Indonesia masih sangat aman. Sebab rasio utang Filipina terhadap PDB mencapai 37,8 persen, Thailand 41,9 persen, Malaysia 543,2 persen, dan India 70,2 persen. “Begitu pun dengan belanja infrastruktur yang terus meningkat. Jadi yang harus dilihat pemanfaatannya,” pungkas Arif.@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *