JAKARTA, iBerita.id 2017 – Pada 31 Oktober 2017 mendatang, seluruh gerbang tol di Indonesia diwajibkan melayani pembayaran secara non tunai. Selama dua minggu ke depan kartu uang elektronik pun dibagikan secara gratis, sehingga pengguna jalan tol hanya perlu membeli saldo yang ada di dalamnya saja.

Jasa Marga sebagai salah satu operator jalan tol juga berpartisipasi dalam program tersebut. Dari 1,5 juta kartu uang elektronik yang dibagikan hingga akhir Oktober mendatang, Jasa Marga mendapatkan porsi lebih dari setengahnya.

“Itu dibagi rata di seluruh Indonesia, seluruh operator. Saya enggak hafal angkanya, tapi kami lebih dari setengah,” jelas AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru kepada Awak media di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Senin (16/10/2017).

Dalam pembagian kartu uang elektronik, perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memberikan subsidi masing-masing Rp 10.000 per kepingnya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penetrasi transaksi non tunai di jalan tol yang saat ini baru mencapai 80%.

“Kami paling banyak talangi diskon. Lebih dari setengah kali nambah Rp 10.000 (per kartu),” ujar Heru.

Menjelang transaksi 100% non tunai, Heru juga menghimbau kepada pengguna jalan tol untuk tidak lupa membawa kartu uang elektronik. Selain itu, pengguna jalan tol juga diminta untuk rajin mengecek saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.

“Kami berharap sudah mulai dibiasakan dari sekarang, kalau enggak kapan lagi,” tutur Heru. (iBerita.id/Ref)