Jakarta, iBerita.ID 2019 –Sekitar 500 pakar dan perencana kota dunia dari 40 negara dan Indonesia akan hadir di Jakarta dan Bogor, dan selama 5 hari akan mendiskusikan masa depan perencanaan kota dan metropolitan dunia. termasuk pembahasan berkaitan dengan perencanaan kota baru.
Kongres yang diharapkan akan dibuka Presiden Joko Widodo ini akan menjadi promosi dunia perencanaan Indonesia, dimana sebagai negara maritim di katulistiwa, ragam budaya di 17 ribu lebih pulau, ditengah ring of fire dan keberagaman sosial, Indonesia sangat ideal untuk bertumbuh kembang nya mahzab perencanaan dan pembangunan dunia baru kedepan.

“Kita berhasil membawa Kongres Perencana Sedunia ini pertama kali ke Asia Tenggara. Kongres ini adalah manifestasi penting nya posisi Indonesia dalam isu urbanisasi dan sumbangsih Indonesia yaitu mahzab perencanaan kota dari kawasaan katulistiwa, yang bisa menjadi contoh bagi dunia,” ungkap Bernardus Djonoputro, Chairman Local Committee dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia.

Kongres ini menjadi forum yang relevan untuk menyampaikan bahwa perencanaan penting dalam pembangunan khususnya yang terkait dengan pembangunan perkotaan dan sumber daya manusia. Apalagi kota merupakan pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan dan teknologi. Selain itu bersamaan dengan kongres, akan dilaksanakan Kaukus Walikota IAP 2019, diikuti 30an walikota untuk mencari solusi inovasi dalam pembanhunan perkotaan berkelanjutan.

Bernardus menambahkan,”Kongres Perencanaan se-Dunia ininadalah sumbangsih Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia dalam memberikan masukan bagi upaya pemerintah membaangun kota yang aman, nyaman dan berkelanjutan, serta memperkaya diskursus teknis tentang isu pemindahaan IKN.”

Para peserta kongres akan mendiskusikan tematik perencanaan yang penting dan terkini di dunia, berbagai isu yang membutuhkan banyak masukan perencana, termasuk pemindahan ibukota negara, terutama dari negara lain yang sudah berpengalaman dalam memindahkan ibukotanya.
Forum menjadi forum penting dalam beberapa dekade terkahir ini bagi para perencana Indonesia, karena tidak hanya perencana professional, tetapi juga perencana dan praktisi perkotaan yang bekerja di instansi pemerintah pusat dan daerah, di perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan yang akan hadir. Diperkirakan lebih dari 200 orang akan hadiri dari Indonesia.
Tantangan pembangunan ke depan harus dijawab melalui perencanaan tata ruang nasional yang berfokus pada penyelarasan daya dukung ruang, ketersedian lahan dengan target pembangunan.
Bernardus Djonoputro menambahkan: “Jadi, fokus ke depan hendaknya diarahkan pada perencanaan ruang Indonesia yang mumpuni, yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat, dan tata ruang menjadi panglima pembangunan dan pemanfaatan ruang.

Pemerintah harus tegas dalan mahzab perencanaan lintas matra dan lintas sektor, menjadikan tata ruang sebagai penjamin investasi yang berkelanjutan, bukan penghambat. Perbaikan aturan merencana dan produk perrlu diperbaiki, namun harus terlebih dulu melakukan revisi atas UU 26 tahun 2007 maupun UU lain yang berkaitan.” Katanya Melalui Keterangan Pers Di Terima iBerita.ID , Di Jakarta, Selasa (13/8/2018)

Rencana pemindahan ibukota negara menjadi refleksi penting bagi tata ruang ke depan. Tata ruang tidak boleh hanya mengikuti kemauan pasar semata, tapi mampu mendorong iklim investasi yang kondusif dengan cara mengarahkan kegiatan investasi agar menempati ruang yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan pembangunan.

Isu lintas sektor dalam perencanaan menekankan pentingnya pendekatan holistik perencanaan dan terakomodasinya semua matra ruang. Urusan tata ruang juga tidak dapat dilepaskan dari pengembangan perkotaan dan perdesaan, maupun pengembangan wilayah strategis dan khusus lainnya. Harus ada upaya paduserasi sektoral harus perubahan positif dalam penataan ruang dan pertanahan yang lebih peka terhadap pelayanan mayarakat umum, kepastian hukum dan pada gilirannya membawa Indonesia menjadi semakin kompetitif di konstelasi regional.