50% Karyawan Facebook Bakal WFH Sampai 10 Tahun ke Depan

Jakarta, iBerita.ID 2020 -CEO Facebook Mark Zuckerberg menyatakan, setidaknya 50 persen pegawai Facebook bakal diizinkan untuk bekerja jarak jauh dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
Proyeksi tersebut, menurut Zuckerberg merupakan titik awal perusahaan sosial media terbesar di dunia tersebut untuk mendukung gerakan kerja dari rumah atau work frome home (WFH) setelah pandemi virus corona (Covid-19).
Dikutip dari CNN, Jumat (22/5/2020), Zuckerberg mengatakan ide awal keputusan tersebut diambil, selain untuk memuaskan keinginan pegawainya.

Ini juga sebagai salah satu upaya perusahaan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi secara lebih luas.

Adapun ungkapan Zuckerber tersebut muncul kurang dari dua pekan usai rival mereka, Twitter menyatakan bakal mengizinkan sebagian pegawai mereka bekerja dari rumah selamanya usai pandemi.
“Ketika Anda membatasi rekrutmen untuk sejumlah kecil orang yang bekerja di kota-kota besar, atau bersedia pindah ke kota tersebut, maka Anda memangkas kesempataan bagi orang-orang yang tinggal di komunitas berbeda, memiliki latar belakang berbeda, serta memiliki perspektif yang berbeda,” jelas Zuckerberg dalam sebuah siaran langsung yang diunggah di akun Facebook-nya.
Dia mengatakan, perusahaan bakal melakukan peningkatan perekrutan jarak jauh dalam jumlah besar dari waktu ke waktu.

Adapun rekrutmen bagi pekerja remote tersebut bakal diprioritaskan untuk posisi-posisi engineering canggih.

Sementara, untuk pekerja yang baru pertama kali bekerja belum akan diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaannya secara remote.
Secara geografis, Facebook bakal memulai rekrutmen jarak jauh di beberapa kantor mereka, yaitu Portland, San Diego, Philadelphia serta Pittsburgh baru kemudian ke wilayah seperti Atlanta, Dallas dan Denver.
Selain itu, Facebook juga membuka kemungkinan agar pegawai eksisting bisa bekerja jarak jauh.

Zuckerberg pun mengatakan, hanya 25 persen dari pekerja mereka yang bakal kembali bekerja di meja kerja mereka jika perusahaan akhirnya membuka kantornya.

Mereka yang memilih untuk tetap bekerja jarak jauh akan diminta untuk melaporkan lokasi mereka kepada perusahaan. Hal tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang.
“Kami mengatur, pada 1 Januari ketika Anda memutuskan untuk kembali ke kantor atau Anda memberi tahu kami lokasi Anda berada dan akan menyesuiakan gaji sesuai dengan lokasi Anda saat itu,” ujar dia.PP@iBerita.ID/Ref

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *