Jakarta, iBerita.ID  2019PT Tamasia Global Sharia optimistis bisa merealisasikan target penjualan emas fisik secara digital hingga 150 kilogram (kg) selama 2019. Proyeksi tersebut dinilai bisa terpenuhi lantaran pasar yang terus tumbuh.

Chief Executive Officer Tamasia Muhammad Assad mengatakan platformnya yang fokus pada investasi fisik emas digital ini telah memiliki 200 ribu investor tabungan emas. Ia yakin pasar milenial kian meningkat. Saat ini kelompok milenial merupakan 70 persen di antara pengguna Tamasia dan telah

“Kami ingin tumbuh hingga 500 ribu user tahun ini, target kami lebih dari 100 sampai 150 kilogram emas terjual,” Assad Dalam Acara Coffe Talk Media di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, (15/08/ 2019.

Ia bilang investasi emas merupakan sarana yang sangat menguntungkan saat ini. Dalam tiga bulan terakhir harga emas dunia kian melambung yang memengaruhi harga emas di Tamasia yang mengacu nilai emas Antam.

Pada awal Juni 2019 saja, harga emas tercatat hanya berada pada kisaran angka Rp620 ribu per gram, sementara pada hari ini, harga beli emas mencapai Rp723 ribu per gram. Menurut Assad kenaikan harga emas itu juga diprediksi masih terjadi hingga akhir 2019.

“Prediksi saya pribadi bisa sampai Rp800 ribu per gram sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Prediksi tersebut berkaitan dengan dampak pelemahan ekonomi global akibat  perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang tak kunjung mereda. Kemudian suku bunga acuan di berbagai negara juga ikut dipangkas.

“Capital market juga kita lihat agak goyang terdampak. Itu membuat harga emas melonjak tinggi karena orang enggak akan masukin uangnya ke bank karena bunga rendah,” paparnya.

Terkait kewajiban regulasi sebagai operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital di bursa berjangka, Tamasia telah mendaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Seluruh pemenuhan persyaratan saat ini hanya tinggal menunggu pengesahan beberapa aspek. @iBerita.ID/ Ref